SD 173403 Doloksanggul Terpilih Menjadi Sekolah Rujukan di Humbahas


Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor melalui Kepala Dinas pendidikan Jamilin Purba mengungkapkan bahwa program Kementrian Pendidikan dan Kebud ayaan 2016 telah memilih dan menetapkan sekolah dasar (SD) 173403, Sirisirisi, Kecamatan Doloksanggul sebagai sekolah rujukan di daerah itu. Selain itu, sekolah ini juga memperoleh bintang (empat) dalam pendidikan setingkatnya.

Pernyataan ini disampaikan Jamilin dalam acara penutupan kegiatan USAID Priority di Grand Maju Doloksanggul, (17/5). Kata Jamilin sekolah rujukan ini nantinya akan difasilitasi oleh Negara dari segi peralatan laboratorium sekolah yang nantinya akan menjadi tempat study banding bagi sekolah sekolah lainnya yang ada di daerah tersebut. Pada kesempatan  itu juga, Jamilin memaparkan berbagai program dinas pendidikan dalam keberhasilan pendidikan kedepan.

“Humbahas merupakan Kabupaten tertinggi kedua nilai UKG tingkat Sumatera Utara tahun 2015 dan sebanyak 800 SD, SMP sudah ditingkatkan kompetensinya.  Bahkan sebanyak 40 orang Kepala Sekolah SD, SMP sudah terlatih soal modul kepemimpinan. Kemudian tahun 2016 Humbahas sudah memiliki SD rujukan yang ditetapkan oleh kemedikbud yaitu SD 173403 Sirisirisi,”terangnya.

Namun demikian pihaknya juga mengakui bahwa belum semua guru dan kepala sekolah yang dilatih menerapkan hasil pelatihannya disekolah masing-masing.“Ini yang menjadi tantangan utama, kemudian kepala sekolah belum rutin supervisi ke kelas dan belum melakukan instrument, Pengawasan,juga pendampingan sekolah  belum maksimal dilakukan,”paparnya

Jamilin juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada pihak USAID yang sejak tahun 2014 sudah membantu daerah itu meningkatkan ketrampilan para pendidik yang mengagumkan.“Berkat bantuan itu, kini proses pembelajaran dikelas secara khusus sekolah mitra USAID telah mengarah kepembelajaran abad 21,”tandasnya. Sementara Rismawan Simanullang seorang Guru SD c mengungkapkan bahwa banyak perubahan setelah bermitra dengan USAID khusus dibidang pembelajaran sekolah. Dimana sebelum bermitra pembelajaran disekolah itu monoton dan membosankan.Dia juga mengakui bahwa setelah bermitra dengan USAID minat baca siswa disekolah itu sudah meningkat karena tidak lagi monoton.

“Dimana disekolah kita sudah banyak pelatihan-pelatihan yang didapat dari mitra,”tandasnya. Disela-sela acara, sejumlah siswa sekolah rujukan itu unjuk kebolehannya dalam proses belajar mengajar. Yovana Gisela Purba, Selvia Maretha Siagian, Lince yovianti Purba dan Gabriel Sinambela antara lain siswa yang unjuk kebolehannya dalam teori pembelajaran karbohidrat.
Mereka terlihat terampil bahkan seolah menggurui fasilitator soal kandungan karbohidrat dalam makanan. (rel/ST/Kominfo)